hi.. nama saya patar sardo situmorang. mari bergabung dan saling berbagi ilmu..,
picasion.com O tano batak haholonganku Sai na masihol do au tu ho Dang olo modom dang nop matakku Sai namalungun do au Sai naeng tu ho Molo dung bissar mataniari Lao manondangi hauma i Godang do ngolu siganup ari Mambahen masihol do au Sai naeng tu ho O tano batak andigan sahat Dapothononku tano hagodangan ki O tano batak sai naeng hutatap Au on naeng mian di ho Sambulon hi

Sabtu, 06 Agustus 2011

Produk-produk Pasar Modal



Instrumen atau produk yang diperdagangkan di Pasar Modal disebut dengan Efek. Efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek. Berikut adalah produk-produk pasar modal :

1. Saham (Stocks)

Saham pada dasarnya adalah bukti pemilikan atas suatu perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT).  Saham terbagi atas dua jenis, yaitu :

a. Saham Biasa (Common Stocks)
Di antara surat-surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal, saham biasa (common stock) adalah yang paling dikenal masyarakat. Di antara emiten (perusahaan yang menerbitkan surat berharga), saham biasa juga merupakan yang paling banyak digunakan untuk menarik dana dari masyarakat. Jadi saham biasa paling menarik, baik bagi pemodal maupun bagi emiten. Apakah Saham itu?  Secara sederhana, saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan. Wujud saham adalah, selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan kertas tersebut. Jadi sama dengan menabung di bank. Setiap kali kita menabung, maka kita akan mendapat slip yang menjelaskan bahwa kita telah menyetor sejumlah uang. Bila kita membeli saham, maka kita akan menerima kertas yang menjelaskan bahwa kita memiliki perusahaan penerbit saham tersebut.

b. Saham Preferen (Preferred Stocks)

Saham Preferen merupakan saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi), tetapi juga bisa tidak mendatangkan hasil seperti yang dikehendaki investor. Saham preferen serupa dengan saham biasa karena dua hal, yaitu: mewakili kepemilikan ekuitas dan diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo yang tertulis di atas lembaran saham tersebut; dan membayar dividen. Sedangkan persamaan antara saham preferen dengan obligasi terletak pada tiga hal: ada klaim atas laba dan aktiva sebelumnya; dividennya tetap selama masa berlaku (hidup) dari saham; memiliki hak tebus dan dapat dipertukarkan (convertible) dengan saham biasa. Oleh karena saham preferen diperdagangkan berdasarkan hasil yang ditawarkan kepada investor, maka secara praktis saham preferen dipandang sebagai surat berharga dengan pendapatan tetap dan karena itu akan bersaing dengan obligasi di pasar. Walaupun demikian, obligasi perusahaan menduduki tempat yang lebih senior dibanding dengan saham preferen.

2. Obligasi (Bond)
Obligasi adalah surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak antara pemberi dana (dalam hal ini pemodal) dengan yang diberi dana (emiten). Jadi surat obligasi adalah selembar kertas yang menyatakan bahwa pemilik kertas tersebut telah membeli hutang perusahaan yang menerbitkan obligasi. Penerbit membayar bunga atas obligasi tersebut pada tanggal-tanggal yg telah ditentukan secara periodik, dan pada akhirnya menebus nilai utang tersebut pada saat jatuh tempo dengan mengembalikan jumlah pokok pinjaman ditambah bunga yg terutang. Pada umumnya, instrumen ini memberikan bunga yang tetap secara periodik. Bila bunga dalam sistem ekonomi menurun, nilai obligasi naik; dan sebaliknya jika bunga meningkat, nilai obligasi turun.

3. Obligasi Konversi (Convertible Bond)
Obligasi konversi, sekilas tidak ada bedanya dengan obligasi biasa, misalnya, memberikan kupon yang tetap, memiliki waktu jatuh tempo dan memiliki nilai “face value”. Hanya saja, obligasi konversi memiliki keunikan, yaitu bisa ditukar dengan saham biasa. Pada obligasi konversi selalu tercantum persyaratan untuk melakukan konversi. Misalnya, setiap obligasi konversi bisa dikonversi menjadi 3 lembar saham biasa setelah 1 Januari 2006. Persyaratan ini tidak sama diantara obligasi konversi yang satu dengan yang lainnya. Obligasi konversi (convertible bond), sudah dikenal di pasar modal Indonesia. Untuk kalangan emiten swasta, sebenarnya obligasi konversi lebih dulu populer daripada obligasi. Kecenderungan melakukan emisi obligasi baru menunjukkan aktivitas yang meningkat sejak tahun 1992, sedang obligasi konversi sudah memasuki pasar menjelang akhir tahun 1990.

4. Reksa Dana (Mutual Funds)
Reksa dana merupakan salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka. Reksa Dana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas. Selain itu Reksa Dana juga diharapkan dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Dilihat dari asal kata-nya, Reksa Dana berasal dari kosa kata “reksa” yang berarti jaga atau pelihara dan kata “dana” yang berarti kumpulan uang, sehingga reksa dana dapat diartikan sebagai “kumpulan uang yang dipelihara bersama untuk suatu kepentingan”. Umumnya, Reksa Dana diartikan sebagai wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi. 

5. Waran
Waran adalah efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang memberikan hak kepada pemegang efek tersebut untuk membeli saham langsung dari perusahaan tersebut dengan harga tertentu pada waktu tertentu.

6. Opsi
Opsi merupakan hak untuk membeli atau memiliki. Opsi tersebut selalu didahului dengan kontrak, dengan waktu berlakunya hak pada periode tertentu. Opsi juga diperjualbelikan di bursa, misalnya opsi untuk membeli saham tertentu pada harga tertentu dengan jumlah tertentu. Di BEI, produk tersebut diberi nama Kotrak Opsi Saham (KOS). Bahkan pada Juni mendatang satu produk lagi juga akan segara muncul yakni futures contract yakni sebuah produk perdagangan berjangka atas efek yang bisa dijadikan sarana hedging (lindung nilai) bagi investasi investor.

7. Bukti right
Bukti right (hak memesan efek terlebih dahulu) adalah hak dari pemegang saham yang ada untuk membeli saham baru yang akan diterbitkan oleh perusahaan sebelum saham baru tersebut ditawarkan kepada pihak lain.

Kamis, 04 Agustus 2011

Kapan membeli saham?

INVESTASI
Kapan membeli saham?
OLEH ELVIN G MASASSYA
(KOMPAS, 31 Juli 2011)

Menjual saham juga bisa dilakukan untuk mencegah kerugian yang lebih dalam karena harga saham tidak kunjung naik, berada dibawah harga beli, atau malah terus merosot. nah, dalam situasi seperti itu, investor mesti mengambil keputusan apakah saham yang telah dimiliki sebaiknya dijual atau dipegang ter
kita akan membahas kapan waktu yang tepatuntuk membeli saham. membeli saham disini bukan semata-mata terhadap saham yang belum dimiliki, tetapi juga bisa dengan maksud untuk menambah jumlah saham yang dimiliki.
jika anda sudah memiliki saham A, dan harganya ternyata naik terus, anda bisa saja bukan menjual saham yang telah anda miliki, tetapi malah menambah jumlah saham tersebut. Jadi, pada gilirannya nanti, ketika harga sudah meningkat dan anda bermaksud menjualnya, nilai penjualan saham anda akan lebih besar. itu disebut dengan average up.
Demikian juga saat ini jika anda memegang saham yang harga di pasarnya jauh di bawah harga beli. Jika anda yakin saham tersebut akan meningkat, saat ini anda mesti membeli lagi saham yang sama dalam jumlah cukup besar sehingga rata-rata harga beli saham tersebut akan lebih rendah. ini akan memudahkan anda untuk melepasnya karena tidak perlu menunggu kenaikan harga yang lebih tinggi. Sebab, harga beli rata-rata anda sudah lebih rendah ketimbang pertama kali anda beli. ini diistilahkan averaging down.
Kapan waktu yang pas untuk membeli saham-saham tersebut? secara konseptual, pembelian saham dilakukan ketika harga saham masih murah dan dijual ketika harganya meningkat. ini basic sekali. Disebut juga dengan istilah buy low, sell high.
Kapan sebuah saham dianggap murah? banyak cara untuk mengetahuinya, misalnya dengan melihat berapa price to book value (PBV) atau price earning ratio (PER) dari sebuah saham. Jika PBV dan PER-nya relatif rendah dibandingkan dengan perusahaan sejenis, saham tersebut dianggap murah. Namun, apakah lantas langsung bisa dibeli? bisa jadi setelah anda beli, harganya tetap segitu-segitu saja. Kenapa? karena kinerja perusahaannya memang jelek dan tetap jelek. Jadi, mana mungkin harga sahamnya meningkat?
Selain itu, ada juga konsep yang disebut dengan buy high, sell higher. Artinya, anda membeli saham yang harganya sudah tinggi, baik dilihat dari PBV maupun PER-nya. Namun, bisa saja tetap mengalami peningkatan, baik karena kinerja perusahaan yang terus meningkat maupun karena investor lain juga berminat untuk mengoleksi saham tersebut.
Menghindari kerugian
Masalahnya, berapa jauh satu saham bisa terus “terbang tinggi”? katakanlah saham A, harganya RP 1.000, lalu meningkat menjadi RP 1.100. Lalu, anda beli pada harga RP 1.100 dengan harapan akan naik lagi menjadi RP 1.200. Apakah memang seperti itu? Bisa terjadi, bisa juga malah sebaliknya. Setelah mencapai harga RP 1.100, anda membeli investor lain yang menjual, dan pada gilirannya harga saham akan kembali ke RP 1.000. Maka, yang anda peroleh adalah potensi kerugian. Bagaiman menghindari semua itu?
Pertama, siapkan sekeranjang saham pilihan yang secara fundamental bagus. Ini biasanya disebut saham Blue chip atau saham yang masuk dalam kategori LQ 45. Anda mesti melakukan diversivikasi sektor dari saham yang ada di keranjang tersebut. untuk memilih calon-calon saham yang hendak dibeli, anda bisa melakukan analisis berbagai perusahaan sekuritas. selain itu, saham-saham rekomendasi juga banyak tertera di surat kabar dan internet.
Kedua, memilih dari isi keranjang, saham yang siap untuk dibeli. saham-saham yang sudah masuk dalam keranjang tentu harus anda analisis dari beberapahal, misalnya berapa volume transaksinya secara harian dalam beberapa pecan atau bulan terakhir. Percuma harga saham itu murah kalau volume transaksinya rendah. Sebab, ketika anda beli, akan sulit untuk menjualnya kembali. Untuk melihat volume transaksi tersebut, bandingkan saja nilai jual-belinya dengan saham-saham lain yang ada di dalam keranjang pilihan saham anda.
Intinya, pertimbangkan hanya saham yang volume transaksinya besar. Jadi, kalau di keranjang tersebut ada 10 saham, setelah disekleksi aspek volume transaksinya, mungkin hanya tersisa lima saham yang layak dibeli. Sebagai investor ritel, memang sebaiknya jangan mengelola terlalu banyak saham. Lima saham sudah cukup asalkan kemudian secara rutin anda mempelajari dan mengenali saham-saham tersebut secara lebih dalam.
Ketiga, kapan mulai membeli saham-saham tersebut? Secara umum, saham-saham yang memiliki fundamen bagus dan volume transaksi besar bisa dibeli ketika harga sahamnya mengalami koreksi. Akan tetapi, koreksi tersebut lebih disebabkan oleh faktor sentimen pasar, bukan karena fundamen yang anjlok. Apalagi kalau tujuan anda membeli saham dimaksud adalah untuk jangka yang cukup panjang, apakah itu dipegang dalam kurun waktu enam bulan, setahun, dan seterusnya. Jdi, bukan untuk diperdagangkan harian. Makna koreksi disini lebih karena sentiment terhadap keseluruhan pasar memang sedang negatif, yang dicerminkan oleh penurunan indeks harga saham gabungan. Dengan kata lain, yang mengalami penurunan harga bukan Cuma saham yang anda bidik, tetapi juga saham-saham lain.
Keberhasilan membeli saham juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti informasi dan timing. Di pasar modal, biasanya awal semester adalah saat yang ramai untuk transaksi-transaksi. Kenapa? karena emiten-emiten baru melaporkan kinerja semester pertama. jika kinerjanya bagus, sahamnya pasti akan diburu investor. Jika anda mengetahui informasi semacam itu, tentu anda bisa turut serta mengoleksi saham-saham dengan kinerja bagus.
PATAR SARDO SITUMORANG

belajar photosp gratis